Blogroll

Sunday, 29 May 2016

RUMAHKU ISTANAKAU

Perjalananku di Mulai dari sini (foto 1). Rumah yang diberikan ketika Kedua Orangtuaku Transmigrasi dari Pulau Jawa.

(foto 1) Tampak Depan Rumahku


(foto 2) Nenek, Mama dan Kedua Abangku di Depan Rumah

mungkin foto 2 itu diambil ketika abangku baru berusia 2 dan 5 tahun atau 3 dan 6 tahun. abangku yang paling tua lahir tahun '82 dan abangku yang kedua 3 tahun setelahnya. kalau abangku yang pertama berusia 5/6 tahun mungkin foto itu di ambil sekitar tahun'87/'88. itu adalah rumahku (rumah kedua orangtuaku).
rumahku istanaku. ya itulah istanaku, istana orangtuaku
perhatikanlah foto yang pertama yang diambil sekitar tahun 1987 dan foto yang diambil pada tahun 2013. apakah ada yang berbeda? rasanya tidak ada yang berbeda.


aku dan ketiga saudaraku dibesarkan disini. mungkin kalau aku dan keketiga saudaraku gak sekolah. bangunan ini sudah roboh, dan diganti dengan bangunan yang lebih baru. demi aku dan ketiga saudaraku supaya dapat mengenyam pendidkan, orangtuaku rela menggadaikan keinginannya untuk memiliki rumah baru, rumah yang lebih layak. demi menyekolahkan aku dak dan ketiga saudaraku. 
aku masih ingat ketka Ayahku membeli Batang Kayu dan lembaran-lembaran papan untuk membangun rumah. ketika itu aku masih blum sekolah dan kedua  abangku sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Ayahku memilih menyekolahkan Anak-anaknya dari pada membangun rumah. 
sungguh Luar Biasa kedua orangtuaku ini. Kedua Orangtua ku adalah Orang tua Terhebat. semoga anak-anakmu ini dapat segera membahagiakanmu Pak, Mak. dapat membangun Rumah yang nyaman untuk Bapak dan Mamak. Amin

PERENANG DARI KAPUAS (DONGENG)

Alif adalah bocah kecil yang tinggal dipinggiran Sungai Kapuas. Sepulang sekolah Alif selalu ikut ayahnya mencari ikan di Sungai Kapuas. Karena sering mengikuti ayahnya mencari ikan, badan Alif menjadi Gelap akibat terpapar cahaya matahari. Karena sering berada di sungai Alif menjadi pandai berenang.Meskipun begitu Alif adalah bocah kecil yang pandai berenang.
Akibat badannya yang menjadi gelap, Alif selalu diejek oleh teman-temannya di sekolah.  Tetapi Alif tidak sakit hati karena Alif ikhlas dan senang membantu ayahnya mencari ikan di sungai. Bagas adalah orang yang selalu mengejek Alif di sekolah. Bagas adalah anak orang kaya, dia putih dan bersih.
Menjelang tujuh belas Agustus, terdapat lomba renang tingkat Sekolah Dasar (SD) se kabupaten. Masing-masing sekolah hanya dapat menyertakan  satu perwakilan. Berdasarkan hal tersebut sekolah kemudian mengadakan lomba renang untuk menyeleksi yang terbaik untuk mewakili sekolah. Mengetahui hal tersebut, kemudian Alif mendaftarkan diri ke pihak sekolah untuk ikut dalam lomba renang tersebut. Rupanya Bagas juga ikut mendaftar.
“ekh, bocah Gelap. Ngapain kamu ikut lomba renang. Memangnya kamu bisa berenang” ejek Bagas. “percuma saja, pasti aku yang akan menjadi juaranya, dirumahku kan ada kolam renang. Memangnya rumah kamu tidak ada kolam renangnya” ejek Bagas lagi. “okeh, kita buktikan saja. Meskipun aku tidak memiliki kolam renang, tetapi aku memiliki sungai kapuas” Tegas Alif.
Setelah dilangsungkan perlombaan, akhirnya Alif menjadi juara dan berhak mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten. Hebatnya lagi Alif menjadi juara renang di tingkat kabupaten dan Alif berkesempatan mengikuti perlombaan di tingkat Provinsi. Sontak seluruh Jajaran guru di sekolah membicarakan kehebatan Alif. Kedua orang tua Alif pun sangat bangga.

Bagas yang selama ini mengejek Alif pun malu. Karena kemewahan tidak dapat membuatnya menjadi hebat di Sekolah. Akhirnya Bagas meminta maaf kepada Alif dan tidak pernah mengejek Alif lagi. Sekarang Bagas menjadi teman baik Alif. Bagas pun sering ikut Alif mencari Ikan di Sungai Kapuas.